Bismillah...
Ujian telah menjadikan dirinya menjadi pribadi yang luar biasa,
lahir dari pemimpin besar di Makkah dan Tokoh yang disegani, tetapi dia lari dari kemewahan dan meninggalkan keluarganya. karena ayahnya Abu Sufyan ibn Hard seorang penentang Allah dan Rasul-Nya.
Dia tetap memilih ridha Allah di atas segalanya, walau telah ditinggal suaminya yang menjadi murtad.tetapi Allah telah menggantinya dengan yang jauh lebih baik lagi. yaitu sampai suatu ketika datanglah utusan Rasul untuk menyampaikan pinangan rasul kepadanya. dengan hati yang gembira dia menyerahkan harta yang dipakainya saat itu kepada wanita najasyi yang telah membawa kabar bahagia tersebut..
Dialah Ummu Habibah,, seorang yang mengutamakan Allah dan Rasul-Nya di atas yang lain.
ia benci kepada kekufuran seperti kebenciannya kalau dimasukkan ke dalam neraka...
Rame ing Syiar
Jumat, 08 April 2011
Selasa, 29 Maret 2011
Untukmu Teman (BROTHERS)
Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ikatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan
Bersimpul padu
Kenangan bersamamu
Takkan ku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa
Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Munkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan
Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janjinya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasihnya
Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah derita hadirlah cahaya
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ikatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan
Bersimpul padu
Kenangan bersamamu
Takkan ku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa
Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Munkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan
Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janjinya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasihnya
Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah derita hadirlah cahaya
Jumat, 18 Maret 2011
Inspirasi Jum'at ( 18 Maret 2011)
Bismillah...
Ia berasal dari keluarga yang serba kecukupan, Oleh Islam ia ditempa hingga menjadi seorang tokoh dalam cerita keimanan, perjuangan dan pengorbanan.
Kaum Muslimin menyebutnya Mush'ab Al Khair.
kisah hidupnya amatlah mempesona...
Dengan bekal kecerdasan, sifat zuhud, kejujuran, keikhlasan, dan kahlak mulia lainnya, ia mengemban amanah menjadi duta Rasulullah untuk masyarakat Yatsrib, dan ia berhasil memikat penduduk Yatsrib hingga mereka berduyun-duyun masuk Islam.
Lihatlah puncak perjuangannya,,
saat ia menjadi pembawa bendera pasukan di perang Uhud.
Di medan Uhud itulah ia sukses menjadi Syuhada, menjadi teladan perjuangan dan pengorbanan.
jika engkau cinta
tetaplah setia dalam keimanan...
rela dibina oleh Islam...
siap berjuang untuk Islam...
dan rela berkorban demi Islam..
sebagaimana Mush'ab sang bintang para Syuhada..
keep Istiqamah!!
Ia berasal dari keluarga yang serba kecukupan, Oleh Islam ia ditempa hingga menjadi seorang tokoh dalam cerita keimanan, perjuangan dan pengorbanan.
Kaum Muslimin menyebutnya Mush'ab Al Khair.
kisah hidupnya amatlah mempesona...
Dengan bekal kecerdasan, sifat zuhud, kejujuran, keikhlasan, dan kahlak mulia lainnya, ia mengemban amanah menjadi duta Rasulullah untuk masyarakat Yatsrib, dan ia berhasil memikat penduduk Yatsrib hingga mereka berduyun-duyun masuk Islam.
Lihatlah puncak perjuangannya,,
saat ia menjadi pembawa bendera pasukan di perang Uhud.
Di medan Uhud itulah ia sukses menjadi Syuhada, menjadi teladan perjuangan dan pengorbanan.
jika engkau cinta
tetaplah setia dalam keimanan...
rela dibina oleh Islam...
siap berjuang untuk Islam...
dan rela berkorban demi Islam..
sebagaimana Mush'ab sang bintang para Syuhada..
keep Istiqamah!!
Sabtu, 12 Maret 2011
Inspirasi Jum'at (11 Maret 2011)
Bismillah.
Tempat itu bernama Hittin,
suatu waktu di tahun 1187 M, sejarah mencatat terjadi pertempuran hebat di tempat itu.
pertempuran antara pasukan Islam dan pasukan Salib...
Lihatlah panglima pasukan Islam, ia bergerak kesana-kemari, memberi arahan kepada pasukannya..
dia panglima sejati. karena terbakar semangat untuk memerangi pasukan salib, JIHAD menjadi bahasan utama yang sangat digemarinya.
Demi jihad ia meninggalkan rumah dan keluarganya, ia lebih memilih hidup sebagai prajurit Islam..
Dialah SHALAHUDDIN AL AYYUBI sang pembebas Yerussalem.
jika engkau cinta, maka ceburkanlah dirimu..
jika engkau cinta, berjalanlah tegak mengusungnya..
sebagaimana Shalahuddin menceburkan diri dalam Jihad, dan tegak mengusungnya..
hingga kemuliaan didapat karenanya..
Karena tiada kemuliaan tanpa dakwah dan jihad
Tempat itu bernama Hittin,
suatu waktu di tahun 1187 M, sejarah mencatat terjadi pertempuran hebat di tempat itu.
pertempuran antara pasukan Islam dan pasukan Salib...
Lihatlah panglima pasukan Islam, ia bergerak kesana-kemari, memberi arahan kepada pasukannya..
dia panglima sejati. karena terbakar semangat untuk memerangi pasukan salib, JIHAD menjadi bahasan utama yang sangat digemarinya.
Demi jihad ia meninggalkan rumah dan keluarganya, ia lebih memilih hidup sebagai prajurit Islam..
Dialah SHALAHUDDIN AL AYYUBI sang pembebas Yerussalem.
jika engkau cinta, maka ceburkanlah dirimu..
jika engkau cinta, berjalanlah tegak mengusungnya..
sebagaimana Shalahuddin menceburkan diri dalam Jihad, dan tegak mengusungnya..
hingga kemuliaan didapat karenanya..
Karena tiada kemuliaan tanpa dakwah dan jihad
Rabu, 09 Maret 2011
Mari lawan FUTUR bersama-sama
dikutip dengan banyak perubahan dari buku "Futur Sindrome awal petaka+sumber lain
“Perumpamaan ilmu dan hidayah yang Allah utus aku dengan membawanya seperti hujan yang lebat menyirami bumi” (Mutaffaqun ‘alaih)
Adakah petaka yang lebih bahaya selain kembali kepada kesesatan atau kejahilan setelah hidayah menyapanya?
Penyakit jenis apakah yang menyebabkan petaka ini?
Ya, salah satu penyebabnya adalah penyakit yang kita kenal dengan ‘FUTUR SINDROME’
Salah satu penyebab penyakit FUTUR adalah menjauhkan diri (menghilang) dari lingkungan penuh keimanan dalam waktu yang panjang.
Muhammad bin Husein Ya’qub mengatakan bahwa menjauh dari majelis ilmu dan pertemuan dengan para ikhwah serta menjauh dari kunjungan-kunjungan serta aktivitas dakwah dapat mengeraskan hati.
Al Hasan Al Bashri berkata: ” sahabat-sahabat kami lebih mahal daripada keluarga kami. Keluarga kami mengingatkan kami kepada dunia sedangkan sahabat-sahabat kami mengingatkan kami kepada akhirat.
Seorang syaikh berkata ketika ada muridnya yang absen dalam majelisnya, ”kabarkan kepadanya bahwa pertemuanmu dengan sahabat-sahabatmu akan menambah keimanan dalam hatimu lebih banyak daripada engkau membaca kitab seorang diri”
Seorang sahabat nabi berkata kepada temannya: ”bergabunglah bersama kami, kita meningkatkan keimanan sesaat”
Ikhwahfillah...
Engkau dahulu diterpa angin pagi yang segar...
Kekasih tidaklah berubah selamanya...
Akan tetapi merasuklah angin dingin futur dan engkau tidak mewaspadainya,,
Lalu engkau terserang demam kemalasan..
Engkau dahulu berada di barisan terdepan...
Lalu apa yang menyebabkan engkau mundur kebelakang?
Berhentilah di atas keprihatinan dan teruslah tangisi kemunduran ini...!
Ikhwahfillah..
Tidakkah engaku rindu untuk menyertai kaum mu’minin?
Tidakkah engkau rindu untuk bermain di taman orang-orang shalihin?
Tidakkah engkau rindu majelis orang-orang yang meneteskan air mata?
Tidakkah engkau ingat hari-hari putih bersih?
Hari-hari dalam halaqah-halaqah yang penuh persaudaraan
Hari-hari dalam aktivitas dakwah yang penuh keberkahan
Ikhwahfillah...
Umat membutuhkanmu...
Janganlah engkau menambah problematika umat..
Janganlah engkau menambah permasalahan yang harus ditangani oleh saudara-saudaramu sesama aktivis dakwah..
Janganlah engkau menambah bait-bait do’a yang sudah sangat panjang yang harus dipanjatkan oleh saudara-saudaramu..
Ikhwah fillah...
Tidakkah urat nadimu berdetak cepat..?
Tidakkah mukamu memerah marah ketika melihat orang-orang yang keji itu mengejek Rasulullah?
Tidakkah naik amarahmu ketika musuh-musuh islam berencana menghancurkan masjid Al Aqsha?
Tidakkah tergerak hatimu melihat mereka mencaci maki nabi?
Tidakkah terpancar kekuatanmu melihat mereka mengancam akan merobohkan masjid Rasulullah dan memindahkan Ka’bah?
Dimanakah kamu dari semua ini?
Kemudian sesudah itu engkau merasa menikmati kehidupan?
Merasa tenang pikiran?
Engkau tutup mata dari semua itu?
Makan, minum, dan beristirahat?
Ketika Al Quds dirampas.. pemilik negeri menjauhi kasurnya.. meninggalkan tidur.. menceraikan perhiasan dunia yang terkutuk.. mereka berseru, ”Selamatkan Al Quds!”
Lalu bagaimana dengan kita?
Ikhwahfillah..
Apakah setelah melihat semua kehinaan ini engkau masih mengaku bersama islam dan kaum muslimin?
Engkau masih mau memberikan punggungmu karena Allah?
Engkau masih rela berkorban waktu dan tenaga dalam dakwah dijalan Nya?
Manfaatkanlah masamu sejenak.. mendekatlah kepada Ar-Rahman dengan cinta-Nya, Dia tidaklah melupakanmu..
Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham.
Mengerti tentang islam, risalah anbiya dan warisan ulama.
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra
Jika engkau cinta..
maka dakwah adalah ikhlas
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti kata abul Anbiya: ’sesungguhnya shalatku, ibadahku,hidup dan matiku semata bagi Rabb semesta alam’
Berikan hatimu untuknya! Katakanlah Allah Ghayyatuna!
Jika engkau cinta, maka dakwah adalah tsabat!
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan adalah teguh dalam barisan,
Istiqamah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan.
Jika engkau cinta maka dakwah adalah ukhuwah!
Terikatnya hati dan ruhani dengan ikatan aqidah
Kekuatan ikatannya sebagaimana Harits bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahl, dan Iyash bin Abi Rabiah memberi teladan di perang Yarmuk
Mementingkan saudaranya yang lain daripada dirinya sendiri sekalipun untuk seteguk air.
Jika engkau cinta..
Masukkanlah dirimu kedalamnya!
Sebagaimana Masyithoh bersama anaknya mencelupkan dirinya kedalam kuali
Masuk dalam air mendidih hanya untuk mempertahankan aqidah
Dari renggutan fir’aun yang zhalim
Jika engkau cinta
Berjalanlah tegak mengusungnya
Seperti bilal yang tetap tegak melawan congkaknya Abu Jahl
Hingga kemuliaan didapat olehnya
Karena
Tiada Kemuliaan Tanpa dakwah dan Jihad
“Perumpamaan ilmu dan hidayah yang Allah utus aku dengan membawanya seperti hujan yang lebat menyirami bumi” (Mutaffaqun ‘alaih)
Adakah petaka yang lebih bahaya selain kembali kepada kesesatan atau kejahilan setelah hidayah menyapanya?
Penyakit jenis apakah yang menyebabkan petaka ini?
Ya, salah satu penyebabnya adalah penyakit yang kita kenal dengan ‘FUTUR SINDROME’
Salah satu penyebab penyakit FUTUR adalah menjauhkan diri (menghilang) dari lingkungan penuh keimanan dalam waktu yang panjang.
Muhammad bin Husein Ya’qub mengatakan bahwa menjauh dari majelis ilmu dan pertemuan dengan para ikhwah serta menjauh dari kunjungan-kunjungan serta aktivitas dakwah dapat mengeraskan hati.
Al Hasan Al Bashri berkata: ” sahabat-sahabat kami lebih mahal daripada keluarga kami. Keluarga kami mengingatkan kami kepada dunia sedangkan sahabat-sahabat kami mengingatkan kami kepada akhirat.
Seorang syaikh berkata ketika ada muridnya yang absen dalam majelisnya, ”kabarkan kepadanya bahwa pertemuanmu dengan sahabat-sahabatmu akan menambah keimanan dalam hatimu lebih banyak daripada engkau membaca kitab seorang diri”
Seorang sahabat nabi berkata kepada temannya: ”bergabunglah bersama kami, kita meningkatkan keimanan sesaat”
Ikhwahfillah...
Engkau dahulu diterpa angin pagi yang segar...
Kekasih tidaklah berubah selamanya...
Akan tetapi merasuklah angin dingin futur dan engkau tidak mewaspadainya,,
Lalu engkau terserang demam kemalasan..
Engkau dahulu berada di barisan terdepan...
Lalu apa yang menyebabkan engkau mundur kebelakang?
Berhentilah di atas keprihatinan dan teruslah tangisi kemunduran ini...!
Ikhwahfillah..
Tidakkah engaku rindu untuk menyertai kaum mu’minin?
Tidakkah engkau rindu untuk bermain di taman orang-orang shalihin?
Tidakkah engkau rindu majelis orang-orang yang meneteskan air mata?
Tidakkah engkau ingat hari-hari putih bersih?
Hari-hari dalam halaqah-halaqah yang penuh persaudaraan
Hari-hari dalam aktivitas dakwah yang penuh keberkahan
Ikhwahfillah...
Umat membutuhkanmu...
Janganlah engkau menambah problematika umat..
Janganlah engkau menambah permasalahan yang harus ditangani oleh saudara-saudaramu sesama aktivis dakwah..
Janganlah engkau menambah bait-bait do’a yang sudah sangat panjang yang harus dipanjatkan oleh saudara-saudaramu..
Ikhwah fillah...
Tidakkah urat nadimu berdetak cepat..?
Tidakkah mukamu memerah marah ketika melihat orang-orang yang keji itu mengejek Rasulullah?
Tidakkah naik amarahmu ketika musuh-musuh islam berencana menghancurkan masjid Al Aqsha?
Tidakkah tergerak hatimu melihat mereka mencaci maki nabi?
Tidakkah terpancar kekuatanmu melihat mereka mengancam akan merobohkan masjid Rasulullah dan memindahkan Ka’bah?
Dimanakah kamu dari semua ini?
Kemudian sesudah itu engkau merasa menikmati kehidupan?
Merasa tenang pikiran?
Engkau tutup mata dari semua itu?
Makan, minum, dan beristirahat?
Ketika Al Quds dirampas.. pemilik negeri menjauhi kasurnya.. meninggalkan tidur.. menceraikan perhiasan dunia yang terkutuk.. mereka berseru, ”Selamatkan Al Quds!”
Lalu bagaimana dengan kita?
Ikhwahfillah..
Apakah setelah melihat semua kehinaan ini engkau masih mengaku bersama islam dan kaum muslimin?
Engkau masih mau memberikan punggungmu karena Allah?
Engkau masih rela berkorban waktu dan tenaga dalam dakwah dijalan Nya?
Manfaatkanlah masamu sejenak.. mendekatlah kepada Ar-Rahman dengan cinta-Nya, Dia tidaklah melupakanmu..
Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham.
Mengerti tentang islam, risalah anbiya dan warisan ulama.
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra
Jika engkau cinta..
maka dakwah adalah ikhlas
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti kata abul Anbiya: ’sesungguhnya shalatku, ibadahku,hidup dan matiku semata bagi Rabb semesta alam’
Berikan hatimu untuknya! Katakanlah Allah Ghayyatuna!
Jika engkau cinta, maka dakwah adalah tsabat!
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan adalah teguh dalam barisan,
Istiqamah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan.
Jika engkau cinta maka dakwah adalah ukhuwah!
Terikatnya hati dan ruhani dengan ikatan aqidah
Kekuatan ikatannya sebagaimana Harits bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahl, dan Iyash bin Abi Rabiah memberi teladan di perang Yarmuk
Mementingkan saudaranya yang lain daripada dirinya sendiri sekalipun untuk seteguk air.
Jika engkau cinta..
Masukkanlah dirimu kedalamnya!
Sebagaimana Masyithoh bersama anaknya mencelupkan dirinya kedalam kuali
Masuk dalam air mendidih hanya untuk mempertahankan aqidah
Dari renggutan fir’aun yang zhalim
Jika engkau cinta
Berjalanlah tegak mengusungnya
Seperti bilal yang tetap tegak melawan congkaknya Abu Jahl
Hingga kemuliaan didapat olehnya
Karena
Tiada Kemuliaan Tanpa dakwah dan Jihad

Senin, 07 Maret 2011
Inspirasi Jum'at (18 Februari 2011)
Bismillah...
Bertahun-tahun hidupnya dihabiskan di penjara, dia Zairus Sijn (Pengunjung tetap penjara)
usianya Uzur, dengan banyak penyakit yang diderita, tetapi lihatlah keceriaannya!!
"apa yang menghalangimu untuk mengkhatamkan Al Qur'an dalam 3 hari? bacalah2 Juz setelah selesai shalat. inilah kesempatan yang takkan pernah terulang".
dia yang pagi-pagi berpakaian rapi keluar dari selnya, olahraga dan berkebun dengan ceria...
Ia tak ingin terlihat sedih oleh antek-antek Thagut, tetapi hendak membuat berang mereka dengan keagungan dan kemuliaan.
baginya hukuman mati adalah "seperti berpindah dari ruang duduk-duduk ke ruang tidur"
seseorang membentaknya, "Ikhwan sudah dibubarkan. kau bukan lagi Mursyid!"
Ia menjawab, "Ikhwan di Mesir memang dibubarkan, tetapi saya Mursyid 'Aam Ikwan seluruh dunia!"
Dialah Ust. Hasan Ismail Al Hudhaibi (Mursyid 'Aam ke-2 Ikhwanul muslimin)
(sumber: buku Jalan Cinta Para Pejuang, karya Salim A Fillah)
Subhanallah!!!
Bertahun-tahun hidupnya dihabiskan di penjara, dia Zairus Sijn (Pengunjung tetap penjara)
usianya Uzur, dengan banyak penyakit yang diderita, tetapi lihatlah keceriaannya!!
"apa yang menghalangimu untuk mengkhatamkan Al Qur'an dalam 3 hari? bacalah2 Juz setelah selesai shalat. inilah kesempatan yang takkan pernah terulang".
dia yang pagi-pagi berpakaian rapi keluar dari selnya, olahraga dan berkebun dengan ceria...
Ia tak ingin terlihat sedih oleh antek-antek Thagut, tetapi hendak membuat berang mereka dengan keagungan dan kemuliaan.
baginya hukuman mati adalah "seperti berpindah dari ruang duduk-duduk ke ruang tidur"
seseorang membentaknya, "Ikhwan sudah dibubarkan. kau bukan lagi Mursyid!"
Ia menjawab, "Ikhwan di Mesir memang dibubarkan, tetapi saya Mursyid 'Aam Ikwan seluruh dunia!"
Dialah Ust. Hasan Ismail Al Hudhaibi (Mursyid 'Aam ke-2 Ikhwanul muslimin)
(sumber: buku Jalan Cinta Para Pejuang, karya Salim A Fillah)
Subhanallah!!!
Inspirasi Jum'at (11 februari 2011)
Dokter-dokter di Penjara Israel hampir-hampir menganggapnya laboratorium hidup
Hari tak berganti tanpa bertambahnya jenis penyakit di tubuh sang singa yang berkursi roda.
inilah lelaki yang ditakuti Israel
bukan yang seperti Rambo, bukan yang badannya sekekar Ade Rai.
Hanya seorang lelaki lumpuh berkursi roda
yang bicara pun terbata-bata
suaranya juga kecil hampir kehabisan bunyi.
Tetapi kekuatan jiwanya itulah,,
jiwa yang dipenuhi mimpi, keyakinan pada janji Illahi,,
membuatnya begitu perkasa, begitu berwibawa di hadapan jutaan pasukan bersenjata lengkap, berkendara lapis baja.
Perkenalkan...
namanya AHMAD YASIN
(dikutip dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, karya Salim A Fillah)
Hari tak berganti tanpa bertambahnya jenis penyakit di tubuh sang singa yang berkursi roda.
inilah lelaki yang ditakuti Israel
bukan yang seperti Rambo, bukan yang badannya sekekar Ade Rai.
Hanya seorang lelaki lumpuh berkursi roda
yang bicara pun terbata-bata
suaranya juga kecil hampir kehabisan bunyi.
Tetapi kekuatan jiwanya itulah,,
jiwa yang dipenuhi mimpi, keyakinan pada janji Illahi,,
membuatnya begitu perkasa, begitu berwibawa di hadapan jutaan pasukan bersenjata lengkap, berkendara lapis baja.
Perkenalkan...
namanya AHMAD YASIN
(dikutip dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, karya Salim A Fillah)
Langganan:
Postingan (Atom)